Jumat, 27 Februari 2026

Antasena : "Lugu, Jujur, Berbicara Kasar, Miliki Kesaktian Dapat Terbang, Bernafas Dalam Air, Amblas Bumi Dan Kebal Senjata"


JAKARTA, VRITTA SUTASOMA - Antasena adalah tokoh wayang kulit khas Jawa putra bungsu Bima (Werkudara) dan Dewi Urangayu, yang dikenal lugu, jujur, tidak pernah berbahasa halus (krama), namun sangat sakti. Ia menguasai tiga alam (terbang, menyelam, amblas bumi) dan kebal senjata, dengan kemampuan khusus meracuni musuh, Jumat,(27/2/2026).

Antasena gugur moksa (sirna) sebelum perang Baratayuda demi kemenangan Pandawa.

Antasena adalah putra bungsu Bima hasil pernikahannya dengan Dewi Urangayu, putri Bathara Baruna (dewa penguasa lautan). Ia merupakan adik dari Antareja (dalam versi tertentu dianggap identik) dan Gatotkaca.

Antasena mempunyai watak dan karakter yang di igambarkan sebagai ksatria yang sangat polos, jujur, sederhana, namun teguh pendirian dan tidak pernah basa-basi. 

Uniknya, ia berbicara tanpa bahasa halus kepada siapa pun, bahkan kepada raja atau dewa sekalipun, mencerminkan ketulusan jiwanya.

Kesaktian Antasena memiliki kemampuan luar biasa : 
Amblas bumi, mampu masuk ke dalam tanah.
Mampu terbang di udara.Hidup di air/menyelam (karena keturunan Batara Baruna).Kulitnya kebal terhadap segala jenis senjata.
Memiliki racun mematikan (bisa/upas).

Kisah Penting Lakon Antasena

Membela Pandawa: Antasena sering membantu Pandawa dari tipu daya Kurawa. Dalam kisah, ia pernah melabrak Raja Girisamodra yang memenjarakan Pandawa menggunakan belai upasnya.

Dalam tradisi, ia dikisahkan menikah dengan Dewi Manuwati.
Moksa Sebelum Baratayuda :  Menjelang perang Baratayuda, Antasena dan sepupunya, Wisanggeni, menghadap Sanghyang Wenang. 

Diketahui bahwa jika keduanya ikut berperang, Pandawa justru akan kalah. Demi kebaikan Pandawa, keduanya memilih gugur moksa (tubuhnya mengecil dan hilang/sirna) sebagai tumbal kemenangan.

Antasena utamanya populer dalam pewayangan gagrag Yogyakarta/Banyumasan (sering diidentikkan dengan Antareja di Surakarta), dan tidak terdapat dalam kitab Mahabharata asli.

 
(Widi) VS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


FEATURED POST

Makna Idul Fitri Bagi Keluarga : 'Saling Memaafkan Menciptakan Kerukunan Dan Keharmonisan Dalam Kebersamaan'

BEKASI , VRITTA SUTASOMA - Idul Fitri bukan sekadar perayaan setelah sebulan menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum kembali ke jati ...

POPULAR POST


POLITIK - KEPEMERINTAHAN